Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Sunyi

MALAM Sunyinya malam mengantarkan aku kedalam sebuah ruang lingkup yang penuh ketenangan Dinginya malam, membawa ku untuk terus bergerak dan berkarya Malam, ku suka kau saat bulan dan bintang menerangi setiap aku melangkah kan kaki ku Malam, setiap aku melangkahkan kaki ku, selalu ada harapan yang ingin ku capai Malam, kini aku hanya menjadi sebuah manusia yang penuh dengan kegelisahan hidup Dimana semuanya menjadi gelap tak berwarna, saat pagi datang dan engkau pergi selama beberapa jam. Ingin ku habiskan hari-hari ku bersama mu malam, bersama mu bintang dan bulan. Malamlah, yang selalu membuatku menjadi hidup dan bersemangat. Malamlah, yang selalu membuatku menjadi seseorang yang terus bermimpi dalam bayangan keterbatasan. Malam, maafkan aku, dia dan mereka, jika pada malam harilah aku dan mereka menemukan sebuah kegelisahan hidup. Dimana semuanya menjadi gelap dalam bayangan penuh dosa. Malam, terimakasih kau selalu membuatku selalu bersemanga...
SEMBILAN BELAS TAHUN (19) Hallooo bloger, Ini adalah tulisan gua yang ketiga dimana berbeda dari tulisann yang Pertama dan Kedua. Tulisan ini menceritakan tentang gua sendiri atau tentang tanggal 23 Maret 1996. Dimana tanggal itu adalah hari kelahiran gua. hehehe Abidhalbi Mardrofa Afrilovino, telah lahir kedunia anak kedua dari Bpk. Sumardianto Sikumbang dan Ibu Lilik Diyah. Suatu kebanggaan bagi orang tua melahirkan sebuah anak kedua dan terakhir anak 3 yaitu perempuan. Komplit sudah keinginan Orang Tua gua melahirkan dua anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Padahal jika anak ke dua masih hidup dia menjadi kaka perempuan gua dan gua menjadi anak ketiga. Tapi, allah swt berkehendak lain yaitu Ibu gua keguguran. Syedihh bangett.. 23 Maret 1996 adalah hari kelahiran gua pada saat azan zuhur berkumandang. Seorang anak laki-laki manis, dewasa, baik, tidak sombong lahir kemuka bumu dan berharap menjadi anak yang soleh untuk membahagiakan kedua orang tua. Aamiin . hehehe . Terimaka...

Entah

                                                                  ENTAH Semakin hari semakin banyak saja urusan yang membuat semua menjadi orang yang selalu tidak terkendali oleh waktu. “ENTAH” apa yang harus dilakukan ? dan “ENTAH” apa yang harus dikerjakan ? . Semua menjadi sebuah satu kesatuan dan ‘ENTAH’ selalu ada dalam fikiran ini. Bosan dan jenuh, menjalani kehidupan dalam ruang lingkup kapitalis yang selalu tunduk akan adanya sebuah jobdesk dan gua selalu berkata dalam hati, ingin lepas dari tempat ini, ingin bebas berkarya , berkreatifitas dan hidup dalam dunia yang tenang tanpa harus ada paksaan jobdesk kerjaan untuk setiap minggu dan setiap bulan harus laporan kepada pemimpin perusahaan. Terkadang disaat ingin melepas ini semua dan menjadi orang biasa, tak di rencanakan otak langsung berfikir akan kehadiran “ua...