Entah

                                                                ENTAH

Semakin hari semakin banyak saja urusan yang membuat semua menjadi orang yang selalu tidak terkendali oleh waktu. “ENTAH” apa yang harus dilakukan ? dan “ENTAH” apa yang harus dikerjakan ? . Semua menjadi sebuah satu kesatuan dan ‘ENTAH’ selalu ada dalam fikiran ini. Bosan dan jenuh, menjalani kehidupan dalam ruang lingkup kapitalis yang selalu tunduk akan adanya sebuah jobdesk dan gua selalu berkata dalam hati, ingin lepas dari tempat ini, ingin bebas berkarya , berkreatifitas dan hidup dalam dunia yang tenang tanpa harus ada paksaan jobdesk kerjaan untuk setiap minggu dan setiap bulan harus laporan kepada pemimpin perusahaan. Terkadang disaat ingin melepas ini semua dan menjadi orang biasa, tak di rencanakan otak langsung berfikir akan kehadiran “uang”. Huftt -.-“ . Semakin hari pengeluaran semakin bertambah dan Sekarang gua menjadi orang yang hidup dalam 3 aktivitas, bekerja, ber-teater dan ber-mahasiswa. Semua itu harus gua kerjakan dengan membagi sebuah waktu yang selalu menghimpit semuanya. Serasa menjadi orang yang hebat dan terkadang menjadi orang yang bodoh. Yang harus mengorbankan salah satu di antara 3 aktivitas itu. Entah bagaimana caranya keinginan sejak kecil ingin hidup di dunia seni tercapai dan tanpa harus ada yang membuat semua menjadi bosan dan menjenuhkan.  Entah bagaimana caranya agar terlepas dari fikiran soal uang ? entah  seperti apa gua harus ngelakuin agar semua terlepas dari rasa takut . Menceritakan semua permasalahan saat gua sedang berada di sebuah meja makan. Mengeluarkan kegelisahan diri kepada orang tua, sekaligua memohon ijin untuk focus menjadi Mahawsiswa dan berkarya. Jawaban mereka sudah ku duga dan pasti akan menjawab “ Nanti saja, kumpulin uang dulu buat kuliah” Jawaban yang membosankan menurut gua. Tapi, gua harus berani lepas dari kehidupan ini. Gua mau bebas berkarya, berkreatifitas dan focus dengan kuliah gua. Uang ? kalo gua sukses nanti, uang bakal dapat dan  gua akan cari dengan skill/ kemampuan gua. Tinggal menunggu waktu dan kata “ENTAH” yang selalu ada dalam bayangan isi kepala gua dan harus menjadi pertanyaan :  “Entah, kapan kita bisa bersama-sama menjalani hari ?” hehehehe :D

  - Terimakasih -



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN

Sunyi